Kompresor Angin Van Belt Kompresor Angin Van Belt

Sesuai dengan namanya, kompresor angin ini menggunakan sistem penghubung antara tenaga penggerak dan pompa udara menggunakan van belt (v-belt), jenis kompresor ini paling sering dijumpai di tempat tukang tambal ban. Untuk tenaga penggerak kompresor dapat menggunakan elektromotor listrik atau mesin berbahan bakar bensin atau solar.

Kompresor angin jenis ini yang paling sering digunakan dibanding dengan  kompresor angin jenis lain, karena direkomendasikan menggunakan penggerak dengan putaran sekitar 1500 rpm, sehingga kompresor angin ini lebih tahan lama dibandingkan dengan kompresor jenis direct driven, selain harganya yang ekonomis.

Kompresor angin jenis ini direkomendasikan bekerja selama 8 jam, apabila digunakan melebihi dari 8 jam, maka udara yg dihasilkan akan lebih banyak mengandung air.

Kompresor angin jenis ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Single stage air compressor (working pressure 8 bar, maximum pressure 10 bar)

2. Two stage air compressor (working pressure 12 bar, maximum pressure 14 bar)

3. High pressure air compressor (working pressure up to 14 bar)

4. Booster air compressor (kompresor tambahan agar tekanan yg dihasilkan dapat menjadi lebih tinggi)

Pada setiap jenis tipe kompresor angin di atas dapat dibagi lagi sesuai dengan debit udara yang dihasilkan.

Cara Kerja kompresor angin jenis van belt:

1. Hidupkan motor penggerak terlebih dahulu, sebagai penggerak utama dan secara otomatis roda motor akan berputar.

2. Putaran tersebut akan menggerakkan roda puli melalui sabuk (van belt).

3. Ketika roda puli berputar, piston pada silinder kompresor akan menghisap udara dari lingkungan luar.

4. Selanjutnya udara tersebut akan dikompresikan menuju tabung kompresor melalui selang yang biasanya terbuat dari besi.

5. Udara bertekanan pada tabung bisa digunakan melalui selang yang telah disediakan.